Fakta Arab Saudi yang Mengejutkan 

Fakta Arab Saudi yang Mengejutkan 

Banyak masyarakat yang dimana ada dna terdapat di Indonesia yang dimana mengkritik sebuah kinerja pemerintahan dari negeri ini yang dimana dinilai bobrok dan juga diskriminatif. Lalu, membandingkan dengan sebuah negara yaitu  Arab Saudi yang dimana negara ini sendiri adlah salah satu negara yang dinilai aman dan damai. Pemerintah Arab yang misalnya, melindungi ulama. Berbeda dengan pemerintahan yang ada di Indonesia yang dimana di beritakan beberapa orang melakukan mengkriminalisasi ulama. Selain itu, dimana negeri di Timur Tengah tersebut yang dimana juga negara yang menerapkan syariat Islam dengan baik, seperti halnya laki-laki wajib menggunakan dan juga berjubah dan memiliki jenggot, dan wanitanya yang dimana diwajibkan untuk mengenakan penutup dna juga berjilbab besar atau juga menggunakan cadar. Dihimpun dari berbagai sumber yang ada, Namun pada hal ini tentunya tidak menjadi suatu hal yang benar karena indonesia dan Arab Saudi yang dimana kedua negara tersebut tidak sama jika dibandingkan. Tahukah anda ada beberapa fakta tentang masyarakat dan juga pemerintahan yang ada di Arab saudi yang ternyata juga tidak lebih baik dari Indonesia. Dalam artikel ini akan dibahas beberapa fakta tentang negara Arab Saudi yang jarang diketahui sebagai berikut. 

Khatib dipaksa turun dari mimbar

Seorang khatib yang dijana berada di Jeddah, Arab Saudi, sendiri diturunkan paksa ketika dirinya sendiri sedang bermain tembak ikan joker123 dan ada di mimbar dan kemudian diperintah kan turun dari mimbar lantaran isi khutbahnya yang dimakan  mengkritik kebijakan pemerintah. Dalam video yang dimana beredar, khatib tersebut yang kemudian diseret turun dari mimbar oleh polisi.

Ya, Arab Saudi yang memang negara yang melarang keras khatib berbicara tentang urusan politik di masjid. Sanksinya yang dimakan adalah berupa pemecatan. Namun dalam hal ini tentunya merupakan  sebuah kebijakan yang cukup baik yang dilakukan oleh Arab Saudi dan dimana rasa-rasanya, adalah dengan pemerintahan yang ada di Indonesia sekarang  ini yang dimana ada di Indonesia, belum ada khatib  yang berani untuk dapat diturunkan paksa dari mimbar lantaran mengkritik sebuah kebijakan  pemerintah dan membahas politik di masjid. 

Tidak adil terhadap korban pelecehan

Beberapa waktu terakhir, yang dimana di media sosial yang sedang marak sebuah aksi #Mosque MeToo yang dimana menjadi salah satu hal yang juga disuarakan Sabica Khan yang dimana menjadi salah satu hal yang juga menjadi orang asal Pakistan dan juga disambut dukungan oleh Mona Eltahawy, yang merupakan seorang wartawati Amerika Mesir. Tagar ini sendiri yang dimana merupakan sebuah bagian dari sebuah aksi dan juga sebuah demonstrasi untuk dapat melawan sebuah kejahatan seksual yang dimana ada di Arab Saudi yang ada terhadap beberapa jemaah yang dimana menunaikan sebuah ibadah haji yang ada di tanah suci tersebut.

Pasalnya, sendiri dimana diketahui jika korban perilaku seksual yang dimana jumlahnya sangat banyak tersebut, cenderung tidak mendapatkan sebuah keadilan. Malah justru mereka yang disalahkan. Seperti juga yang dimana sudah berhasil  dikutip bbc.com, dengan menggunakan tagar #Mosque MeToo yang sedang viral dalam beberapa waktu belakangan ini yang dimana dalam hal tersebut sendiri menegaskan tentang sebuah  kekerasan seksual yang dimana ada selama ibadah haji bukanlah sebuah hal yang menjadi dongeng tak bersumber. Para peneliti yang dimana ada dari berbagai negara menjadi salah satu dari pengirim jamaah  yang dimana juga bisa mengumpulkan sebuah pengalaman-pengalaman yang traumatik tentang perempuan yang terkait kejahatan seksual yang dimana dialaminya.

Para korban kekerasan seksual yang dimana ada di negara Arab yang dimana juga cenderung dengan karna atau juga dengan mitos. Dimana bahwa orang yang mengalam sebuah pelecehan seks yang ada di negara arab yang memang tidak mendapatkan sebuah perhatian khusus. Bahwa dimana beberapa orang yang dimana beberapa yang percaya jika mendapatkan sebuah pelecehan seks di Arab yang dimana juga menjadi salah satu hal yang juga berakibat dari perilakunya yang buruk dan termasuk melakukan sebuah pelecehan di negaranya. Namun tentunya hal ini adalah hal yang tidak dibenarkan karena pelecehan adalah tetap pelecehan dimana pelakunya harus dilindungi dan juga harus dibela. 

Tidak semua perempuan pakai hijab

Jika selama ini anda beranggapan bahwa semua perempuan yang ada di Arab saudi yang dimana mereka biasanya menggunakan sebuah hijab yang panjang dan juga menutup diri mereka ternyata hal ini tidak benar adanya. Dimana di negara arab sendiri ternyata tak semuanya perempuan menggunakan hijab. Anda mungkin sering melihat sebuah pemberitaan yang dimana ada beberapa putri raja Kerajaan Arab Saudi yang dimana mereka justru tidak memakai dan tidak menggunakan hijab. Bahkan, mereka yang menggunakan sebuah pakaian yang casual, dan juga tanpa menutup rambutnya. Sebenarnya hal tersebut juga menjadi suatu hal yang biasanya yang ada di Arab. 

Kerja sama dengan Amerika-China

Tidak dapat dipungkiri juga dimana pemerintah Arab sendiri yang dimana adalah salah satu negara yang justru banyak membangun kerja sama bilateral dengan negara-negara yang ada di wilayah barat, khususnya yang dimana ada di Amerika. Arab Saudi juga yang yang malah membangun sebuah kerja sama dengan China. Saat Presiden Amerika, Donald Trump yang dimana dirinya sendiri berkunjung ke Arab Saudi, yaitu pada Mei 2017 lalu, maka pada saat itu berhasil tercipta sebuah kesepakatan dna juga sebuah perjanjian tentang ekonomi dengan sebuah nilai  yang dimana sebesar USD 150 atau dimana yang setara dengan Rp1.999 triliun. Demikian halnya saat Perdana Menteri yang ada di China Zhang Gaoli sendiri pada saat itu dirinya mengunjungi Arab Saudi, yang dimana pada saat itu dilakukan pada Agustus 2017 lalu. China dan juga Arab Saudi setuju menandatangani sebuah kesepakatan dengan jumlah total nilai USD 70 miliar atau Rp 933 triliun.

Masyarakat hedon dan kebarat-baratan

Sumanto Al Qurtuby, yang dimana dirinya adalah seorang Profesor asal Indonesia yang tengah menjadi dosen di salah satu di universitas yang ada di Arab Saudi, sendiri dirinya  menceritakan sebuah pengamatannya dimana selama dirinya hidup di negeri tersebut. Menurut dia, negara-negara Arab,  yang dimana khususnya Teluk, justru mereka sangat barat dan juga jelas-jelas pro-Amerika dan juga Inggris. Bahkan dimana Hampir semua produk Barat dari yang ecek-ecek seperti halnya semacam restoran fast foods seperti halnya Coca Cola, McD dan juga sebagainya sampai dengan yang berkelas dan juga bermerek untuk semua kalangan berduit. 

Itulah beberapa fakta tentang negara Arab Saudi yang dimana masih jarang di ketahui oleh banyak orang. Negara arab yang dimana sering dibandingkan dengan negara indonesia ternyata adalah sebuah negara yang jika dilihat dari beberapa fakta di atas tentunya tidak terlalu berbeda dengan Indonesia.