Tradisi Islam yang Sangat Kental dengan Indonesia

Tradisi Islam yang Sangat Kental dengan Indonesia

Tradisi / Adat Istiadat memang akan selalu terjalankan secara baik an benar di negara Indonesia. Terlebih lagi dengan kehadiran umat Muslim di negara kita Ini menjadi Mayoritas yang cukup besar dibanding dengan agama lainnya. Dimulainya kehadiran agama Islam sendiri, maka tradisi nusantara sudah mulai berbaur dengan sebaik mungkin dan juga bisa dipengaruhi oleh nilai-nilai ajaran yang ada. Terlebih lagi untuk Tradisi Islam Nusantara sudah dipergunakan sebagai sebuah metode dakwah bagi para ulama di zaman tersebut. Pada zaman itu, para ulama sendiri tidak memusnahkan adanya secara total mengenai tradisi yang memang sudah ada di dalam kehidupan bermasyarakat. Mereka secara naluri dan pikiran yang logis, akan memasukkan ajaran-ajaran Islam ke dalam tradisi tersebut. Dengan adanya s1288 harapan, masyarakat tidak akan merasa kehilangan adat dan juga ajaran Islam yang nantinya bisa untuk diterima. 

Di Zaman Modern saat ini, maka ada sebagian kelompok yang memang mengharamkan dan ada juga dari sebagian yang sudah menghalalkannya. Sebenarnya dalam hal ini, kita selaku generasi penerus Islam harus bisa sangat bijaksana di dalam menyikapi tradisi tersebut. Dan memang benar-benar harus diakui adanya tradisi-tradisi lokal yang tidak akan sesuai dengan Islam tersebut. Maka kalian boleh untuk menolak agar tidak ditiru oleh generasi berikutnya. 

Disini kalian akan melihat banyak sekali Tradisi atau budaya Islam yang mana berkembang hingga sampai detik ini. Semuanya juga telah mencerminkan kekhasan daerah atau memang adanya tempat masing-masing. Lalu berikut ini adalah beberapa tradisi atau budaya Islam yang memang kami makksudkan. 

Ramadhan Nikmat dengan “ Halal Bihalal “ 

Tidak mungkin kita sebagai umat muslim melupakan adanya tradisi yang satu ini. Dimana saling maaf dan memaafkan menjadi ajang terpenting selama selesainya Bulan Puasa 30 hari lamanya. Dan disini bisa benar-benar terjadi di saat perayaan Idul Fitri datang. Tujuan utamanya memang harus saling memaafkan dalam menjalin tali silaturahmi dan juga bisa mempererat tali persaudaraan. Dan sampai saat ini Tradisi tersebut masih bisa dilakukan pada semua lapisan masyarakat.

Istilah dari halal bihalal sendiri pada bahasa Arab yakni Halla atau Halal. Namun uniknya justru tradisi ini sangat khas sendiri oleh bangsa Indonesia dan bukan berasal dari Timur Tengah. Bahkan kemungkinan besar, ketika kalian tanya kepada orang Arab, sebagian besar akan kebingungan dalam menjawab pertanyaan Halal Bihalal itu. 

Sebenarnya Halal Bihalal sendiri menjadi sebuah tradisi Khas Islam Indonesia yang memang lahir pada sebuah proses sejarah. Dan tradisi ini bisa digali dari kesadaran batin tokoh-tokoh Umat Islam di masa lalu agar dapat membangun hubungan yang sangat harmonis. Dan umumnya untuk acara ini akan didukung oleh pemimpin agama – tokoh masyarakat dan pemerintah dalam melakukan perkumpulan untuk saling datang dan berinteraksi memaaf-maafkan. Hal ini akan tertandai berjalan ketika, adanya kegiatan berjabat tangan sekaligus mengucapkan “ Minal Aidzin, atau Mohon maaf lahir dan batin, Taqoballahu, hingga menggunakan bahasa daerah masing-masing juga menjadi simbol erat dari halal bihalal itu sendiri “. 

Ada yang Tau Tradisi Tabuik ? atau Tabot ? 

Mungkin ini jarang sekali kalian ketahui, sebab masuknya ke dalam upacara tradisional yang dimiliki oleh masyarakat Bengkulu dalam mengenang adanya kisah Kepahlawanan dan juga Kematian dari pahlawan yang bernama Hasann adan Husein bin Ali bin Abi Thalib selaku cucu dari Nabi besar Umat Muslim “ Muhammad SAW”. Kedua cucu dari sang nabi ini harus gugur atau tumbang dalam peperangan di Karbala yakni Negara Irak sejak tanggal 10 Muharram 61 Hijriah atau 681 M. perayaan yang ada di daerah Bengkulu ini sendiri pertama kalinya sudah dilaksanakan oleh Syaikh Burhanuddin dan dikenalnya memang sebagai Imam Senggolo sejak tahun 1685. Beliau juga sudah menikahi wanita Bengkulu yang kemudian dari keturunannya ini disebutlah sebagai Keluarga Tabot. Nah upacaranya akan dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 10 Muharram yang didasari oleh Kalender Islam setiap tahunnya. 

Lalu untuk Istilah tabot atau Tabuik ini dari Arab yakni T-A-B-U-T yang secara harf1ah memiliki arti Kotak Kayu atau yang berbentuk Peti. dan tidak adanya catatan tertulis langsung sejak kapan sebenarnya upacara ini sudah dikenal di Bengkulu sana. Namun adanya praduga yang dikutip dari situs bacaanmadani.com bahwa tradisi ini dibawa langsung oleh para tukang yang memang membangun Benteng Marlborough di tahun 1718-1719 yang ada di Bengkulu. Dan hebatnya para tukang ini didatangkan langsung oleh negara Inggris dari Madras dan juga Bengali di bagian Selatan India. 

Tradisi Kupatan, Ah Mantap ! 

Saya sendiri yang tinggal di kepulauan Jawa, sudah merasakan tradisi tersebut. Dimana di berbagai daerah lainnya juga sudah memiliki tradisi Kupatan tersebut. Tradisi ini memang cukup mudah, kalian hanya membuat kupat atau ketupat yang dilakukannya justru Seminggu setelah hari raya Idul Fitri. Dan memang biasanya masyarakat berkumpul di suatu tempat seperti halnya Mushola ataupun masjid yang akan mengadakan secara langsung selamatan dengan hidangan yang didominasi oleh sajian ketupat. Biasanya disajikan dengan sayur lodeh pada umumnya, atau yang uniknya dengan menggunakan bumbu dari bubuk kacang saja. Dan itu enak banget. 

Ketupat sendiri memang sebagai makanan khas lebaran dan tidak hanya disajikan pada hari kemenangan umat muslim saja, namun memiliki makna yang sangat mendalam sekali dari tradisi Jawa. Oleh sebab itu para Wali, tradisi dalam membuat kupat memang sudah dijadikan sebagai sarana untuk Syiar Agama. Dan sebagian besar dari Masyarakat Kupat sendiri menjadi singkatan atau Jarwo Dhosok Kan yang sudah menjadi rangkaian dari kata yang memang sesuai sekali dengan momennya saat Lebaran. Dan Kupat sendiri sudah menjadi singkatan dari Ngaku Lepat ( Kelepatan Salah, Nyuwun Pangapunten ) artinya mengakui kesalahan dan segera meminta maaf. 

Yogyakarta Sangat Khas dengan Tradisi Sekaten 

Di setiap tahun, Keraton Surakarta Jawa tengah dan juga Yogyakarta akan melancarkan tradisi ini. Sebab, disana tradisinya sudah sangat dilestarikan sebagai sebuah wujud dalam mengenang jasa-jasa para Walisongo yang mampu untuk menyebarkan  Islam di tanah Jawa. peringatan yang sangat lazim ini juga dinamai dengan Maulud Nabi, dan oleh itu para Wali disebutnya dengan Sekaten yang memiliki asal dari kata Syahadatain atau 2 kalimat syahadat. Dan memang tradisi ini sendiri sebagai salahs atu sarana penyebaran agama Islam yang awal mulanya dilakukan oleh Sunan Bonang. Dan dulunya memang Sunan Bonang pada saat membunyikan gamelan akan diselingi dengan lagu-lagu yang berisi pada ajaran agama Islam serta adanya setiap pergantian pukulan gamelan nantinya akan selalu saja diselingi dengan membaca Syahadatain. 

Jadi benar-benar deh, Sekaten sendiri disediakan hanya untuk melestarikan tradisi para Wali dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. dan sebagai sebuah ajaran dari tuntutan bagi umat manusia, yang mana diharapkan yang datang ke Sekaten memiliki motivasi dalam mendapatkan berkah dan juga bisa meneladani Nabi Muhammad SAW. dan dalam upacara Sekaten sendiri sudah disuguhkan pada gamelan Pusaka Peninggalan dinasti Majapahit yang mana, sudah dibawa langsung ke Demak. Dan suguhan ini sendiri sebagai pertanda bahwa dalam berdakwah para Wali memang mengasmanya dengan cara menjalin kedekatan kepada masyarakatnya. 

Selain itu ada juga beberapa tradisi unik lainnya yang sangat kental sekali dengan negara Indonesia seperti :

  • Tradisi Grebeg = dimana tradisi ini akan dilakukan selama 3 tahun sekali yakni : 1) pada 1 Syawal, 2) Setiap tanggal 10 Dzulhijah, 3) setiap tanggal 12 Rabiul Awwal. 
  • Tradisi Kerobok Maulid , Kutai = ini sama saja dengan Pawai Obor yang ada di KUTAI dan juga di MANADO. Dilakukannya setiap tanggal 12 Rabiul Awwal. 
  • Tradisi Rabu Kasan = acara ini digelar di Bangka. Dimana satu hari sebelum acara tersebut digelar, masyarakat sana akan menyediakan : Ketupat untuk Tolak Balak, Air Wafak dan akan memakan makanannya bersama-sama di hari berikutnya. 
  • Tradisi Dugderan = ini menjadi tradisi khas bagi warga Semarang, dengan diawali oleh pesta karnaval di Balai Kota.
  • Tradisi Budaya Tumpeng =  tumpengan sendiri menjadi ciri khas bagi warga Indonesia untuk melakukan sebuah tasyakuran atau sembah sujud syukur atas sesuatu rizki yang bersifat positif.