Masih Adakah Tradisi Bulan Ramadhan Selama Pandemi ?

Masih Adakah Tradisi Bulan Ramadhan Selama Pandemi ?

Tahun 2020 masalah Pandemi Covid-19 atau Corona memang bergulir hingga detik-detik pergantian tahun 2020 itu sendiri. Nah di tahun ini juga sebenarnya masih sama, ada yang namanya Bulan Suci Ramadhan yang penuh sekali akan rahmat dan ampunan bagi segenap umat muslim yang ada di seluruh dunia. Kehadiran dari Bulan Suci ini sendiri memang sudah menjadi momentum berharga yang selalu saja dinanti-nantikan oleh setiap umat muslim yang ada. Kesempatan besar dalam mendalami ketaqwaan dan mencari pahala dnegan tulus dalam ridha Allah SWT. salah satunya adalah di Bulan Ramadhan ini. Semua melakukan kewajiban untuk menahan lapar – haur – serta Nafsu di kala pagi hari hingga menjelang maghrib tiba. Semuanya mungkin sudah mengenal ini sebagai Tradisi Berpuasa. 

Dari kehadirannya sendiri selalu tidak akan pernah luput atas tradisi-tradisi unik, yang berbalut pada kajian Islam pastinya. Namun untuk tahun ini kami rasa akan sedikit berbeda, bahkan sudah banyak yang berbeda. Semua lantaran adanya Covid-19 yang menyerang seluruh negara di dunia ini dengan begitu cepat. Dan belum tahu, kapan takdir memberhentikan penyebaran atas virus mematikan ini. Dari beberapa sumber yang ada, kami akan memberikan ulasan mengenai Tradisi Unik di Bulan Ramadhan sebelum Pandemi hingga  Pandemi ada. Untuk itu, silahkan kalian baca saja semuanya pada ulasan yang sudah kami tuliskan di bawah ini. 

 

Tradisi Ramadhan yang Unik di Negara Jepang 

Walau Jepang terkenal dengan negara tak bertuhan, namun siapa sangka Umat Muslim yang ada di negara tersebut juga tidak terhitung sedikit kok. Sebab itulah, di negara ini kalian masih bisa melihat adanya sebagian orang untuk menjalankan tradisi Ramadhan tersebut. Meski Islam di sana menjadi agama Minoritas, tetap saja tiba Bulan Ramadhan umat muslim pasti melakukan perkumpulan dan saling berbagi kebahagiaan satu sama lainnya. Seperti yang selalu dilakukan di Japan Islamic Centre, yakni tempat berkumpulnya bagi mereka umat muslim yang nantinya akan membentuk anggota kepanitiaan. Pembentukan ini memang dimaksudkan agar terciptanya kegiatan yang Islami seperti : berjalannya Majelis Taklim, Melakukan Berbagai Macam Dialog Keagamaan, sampai melakukan rutinitas dari Tarawih berjamaah. 

Namun sayangnya di tahun ini semua benar-benar berbeda,  sebab kondisi Pandemi juga masih melebar dengan luas jadinya  bulan Ramadhan di tahun ini sangat berbeda. Sebab, biasanya kumpul-kumpul dengan sebagian muslim yang ada di Jepang sana malah harus berdiam diri dirumah saja untuk menjalankannya. Walau begitu, mereka semua masih tetap semangat kok untuk melaksanakan ibadah puasa di masa pandemi ini. 

 

Tradisi Ramadhan yang Unik di Negara Jerman 

Sama saja sebenarnya dengan negara luar lainnya, namun yang membuat berbeda adalah masyarakat muslim yang menjadi minoritas di negara tersebut sebenarnya banyak yang berasal dari Turki ( berarti notabennya sama-sama dari Benua Eropa ). Lalu untuk warga Muslim dari berbagai negara yang sangat rutin sekali berkumpul di Cologne Central Mosque  dalam melaksanakan ibadah yang memang, notabennya sendiri kebanyakan jamaahnya adalah Muslim asli Turki. Jadi tidak akan heran ketika Bulan Ramadhan datang, maka suasana Turki sendiri sangat amat terasa di negara Jerman. 

Lalu untuk sajian dari menu makanan saat berbuka puasa pun memiliki nuansa sangat Turki sendiri. Dan salah satunya yang dikenal adalah Turkish Delight. Jadi ini menjadi menu camilan saja yang khas dari Turki. Bentuknya sendiri seperti jenis permen manis yang mana bentuknya sangat mirip sekali dengan kue mochi. Camilan ini juga akan selalu ada dan juga wajib seperti halnya Kurma yang mana bisa dijadikan sebagai menu berbuka puasa. 

 

Tradisi Ramadhan yang Unik di Negara Qatar 

Lalu di negara ini pada saat pertengahan Bulan Ramadhan, yakni tepatnya di tanggal 13 hingga 15 Bulan Ramadhan. Maka kalian akan melihat anak-anak kecil di negara Qatar sendiri akan melakukan pawai menggunakan kostum khas Timur tengah di dalam sebuah rangka untuk merayakan Garangao Festival. Yakni festival ini memiliki tujuan untuk Memotivasi anak belajar puasa sejak dini dan juga bisa meningkatkan semangat mereka dalam menjalankan puasa di 2 minggu terakhir. 

Lalu untuk anak-anak nantinya akan melakukan perjalanan yakni berkeliling sambil menyanyikan Lagu Garangao dan juga bisa mengunjungi rumah para tetangga dalam menerima aneka macam cemilan seperti halnya Permen dan juga Kue. selain adanya di kawasan perumahan saja, maka festival ini juga bisa diselenggarakan di beberapa pusat perbelanjaan yang ada. Dari sini kalian akan melihat adanya anak-anak yang akan diberikan tote bag serta peta mall dan siap mendatangi setiap toko untuk bisa mendapatkan hadiah. Dan selama masa pandemi seperti ini, acara tersebut mau tak mau harus ditiadakan lebih dulu, demi adanya keselamatan bersama. 

 

Tradisi Ramadhan yang Unik di Negara Rusia 

Lalu untuk negara Rusia sendiri menjadi salah satu negara dalam menjalani ibadah puasa terlama yang ada di dunia, yakni setidaknya kurang lebih 17 hingga 22 jam lamanya. Jadi kebayang banget dong, nungguin buka puasanya disana lama banget. Baru Buka, tiba-tiba sebentar lagi udah Imsak kali ya ? walau dikatakan lama, tapi kalian juga harus salut sebab tidak pernah menurunkan semangat bagi umat muslim yang ada di negara tersebut. Bagaimanapun situasi dan juga kondisinya memang sebisa mungkin kita bisa menjalankan puasa dengan cara semaksimal mungkin. 

Dan dalam menyambut bulan suci Ramadhan, maka umat muslim di negara Rusia untuk setiap tahunnya selalu saja mengadakan tenda Ramadhan di sekitar perbukitan Poklonnaya ( daerah ini dekat sekali dengan Memorial Mosque ). Tenda Ramadhan sendiri akan disediakan agar nantinya masyarakat sekitar yang berasal dari berbagai kebangsaan bisa berbuka puasa bersama-sama. 

 

Tradisi Bulan Ramadhan yang Redup Akibat Datangnya Pandemi 

Negara Turki – di tengah kondisi Pandemi, negara Turki sendiri juga sudah membatasi tradisi di Bulan Puasa di tahun ini. Dimulai dari meniadakan adanya tenda-tenda yang mana biasanya menyediakan makanan buka puasa secara Gratis berupa Takjil dan juga Sahur hingga, warga Setempat dilarang memberi tips ke Penabuh Genderang yang memang memiliki tugas untuk membangunkan warga Turki untuk bisa bangun sahur disana. 

Negara Arab Saudi – negara ini mungkin menjadi salah satu tujuan Umat Islam yang mana memiliki kunjungan dalam melakukan ibadah kepada Allah SWT. Dan negara Arab sendiri sangat terpaksa untuk melakukan larangan terhadap umat islam dalam melakukan perjalanan ke Mekkah dan juga ke Madinah untuk sementara waktu akibat menyebarnya virus Corona. 

Negara Bahrain – untuk negara ini malah masih mengizinkan untuk menggelar salat Tarawih berjamaah di salah satu masjid disana. Namun tetap masih memerlukan aturan yang berlaku. Dimana hanya boleh dihadirkan oleh 5 orang Jamaah dan imam yang ada juga dengan adanya jarak yang sudah berlaku. Kemudian salat tarawih ini nantinya akan disiarkan melalui siaran Televisi agar bisa diikuti oleh masyarakat yang ada disana. 

Negara Malaysia – umumnya sudah menjadi kegiatan rutin di The Masjid India Muslim yang berada pada kawasan Ipoh di Malaysia. Dimana Umat Muslim di sana akan membagikan bubur khas yang sudah terbuat dari adanya 45 bahan terpopuler penduduk lokal disaat menjelang berbuka puasa. Tapi untuk meredakan adanya pencemaran Virus, terpaksa harus ditiadakan kegiatan tersebut. 

Sisanya sama saja seperti negara lainnya ( Turki – Inggris – Perancis – Nigeria dan lainnya ) yang menutup akses ke publik di Bulan Ramadhan tahun ini akibat virus tersebut. Jadi bisa dikatakan Islam menjadi agama yang sudah memudahkan sekali umatnya dalam melaksanakan ibadah dengan sangat amat mudah sekali.